Sunday, August 25, 2013

PANTUN GURU

Anak Cina pergi memburu,
Buruan dapat dibawa balik,
Hidup di dunia mesti berguru,
Agar dapat ilmu yang baik.

Pelita minyak tiap penjuru,
Hingga ke pagi tidak dialih,
Guru banyak perkara guru,
Berhati-hati waktu memilih.

Pergi memburu ke padang datar,
Dapat rusa berbelang kaki,
Kalau berguru kepalang ajar,
Seperti bunga kembang tak jadi.

Kalau ikut pergi memburu,
Elakkan diri ditikam onak,
Tidak ku tuntut ilmunya guru,
Kalau dirinya setengah masak.

Bawa senapang dengan peluru,
Masuk ke hutan hendak memburu,
Ilmu kau tuntut semalam lalu,
Jangan kau cuba melawan guru.
Pergi memburu ke hutan lama,
Dapat rusa di waktu pagi,
Kalau ilmu kudapat sama,
Usaha guru kusanjung tinggi.

Dari hulu bunyi terdengar,
Gendang rodat orang menari,
Dari dulu sudah kudengar,
Sudahkah dapat yang tuan cari.

Anak mengkarung di tepi hutan,
Berjaga-jaga jangan terpijak,
Sudah kuharung tujuh lautan,
Baru bertemu guru yang bijak.

Orang berempat turun membajak,
Duduk berehat di atas pangkin,
Kalau dah dapat guru yang bijak,
Tuntutlah ilmu sebanyak mungkin.

Dari Alai ke Padang Temu,
Hendak mengambil daun mengkuang,
Memang berhajat untuk berilmu,
Supaya tidak badan terbuang.

Turun ke laut janganlah jemu,
Walau mendapat si ikan parang,
Jika hidup tidak berilmu,
Memang hina dipandang orang.

Ambil pedoman si gunung Daik,
Kapal belayar menuju barat,
Bila mendapat guru yang baik,
Ilmu yang dapat menjadi berkat.

Kapal menuju sebelah barat,
Ke tanah seberang membawa halia,
Bila ilmu mendapat berkat,
Semua orang memandang mulia.

Jual halia bersama kentang,
Masak bersama sekati udang,
Guru yang mulia jika ditentang,
Hidup kita pasti kecundang.

Batu bernama si batu bata,
Tempat hinggap si burung balam,
Guru itu ibarat pelita,
Memberi cahaya setiap malam.

Jahit baju sama selendang,
Tidak cukup sebola benang,
Jasa guru mesti dikenang,
Barulah hidup bersenang lenang.

 Berlenggang lenggok si anak Minang,
Sambil membawa si daun palas,
Walau hidup bersenang lenang,
Jasa guru perlu dibalas.

Sayang pemburu memegang gelas,
Gelas dibuat dari kaca,
Jasa guru tak minta dibalas,
Cukup setakat mengenang jasa.

Lipat berbucu si daun tapai,
Hendak diisi beras sekal,
Pesan guru jangan diabai,
Jika hendak ilmunya kekal.

Tindih kasih jahitan baju,
Bila menjahit baju pendita,
Terima kasih kepada guru,
Tiada dia siapalah kita.

sumber :  Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia


http://adf.ly/1okqV

No comments:

Post a Comment