Saturday, August 25, 2012

MANFAAT MENJAGA PANDANGAN MATA

[1]. Mendekatkan hati kepada Allah.

Membiarkan pandangan tanpa kawalan dapat merosak dan menjauhkan hati daripada Allah SWT,  serta dapat memutuskan hubungan antara hamba dengan Tuhan. Para pakar jiwa mengemukakan pendapat bahawa antara mata dan hati ada satu ruang dan jalan.  Mata rosak, maka hati pun rosak, dan menjadi tempat kotoran. Hati tidak boleh lagi menjadi panduan untuk mengenal, mencintai, dan menuju Allah.

[2]. Memberikan pakaian penuh cahaya kepada hati.

Melepaskan pandangan secara bebas berarti membusanai hati dengan pakaian kegelapan. Karena itu, Allah SWT menyebutkan ayat an-Nur (cahaya) segera setelah memberikan perintah menjaga pandangan. Allah SWT berfirman,

”Katakanlah kepada orang-orang mukmim untuk menjaga pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka” (Al-Qur’an Al-Karim Surah An-Nur [24 ]: ayat 30)

[3]. Melahirkan firasat yang benar, yang  dengannya seseorang boleh membezakan antara yang hak dan yang batil, antara yang jujur dan yang dusta.

Syuja’ al-Karmaniy mengatakan, ”Siapa yang mengisi lahiriahnya dengan mengkuti sunnah dan mengisi batinnya dengan senantiasa mawas diri, menjaga pandangan dari yang terlarang, menahan diri dari syubhat, dan makan yang halal, pasti firasatnya tidak pernah salah.” Syuja’ sendiri adalah orang yang firasatnya senantiasa benar.

[4]. Membuat hati berkonsentrasi dalam memikirkan hal-hal yang baik.

Mengumbar pandangan, akan membuat seseorang akan lupa akan hal itu, karena ada pembatas antara dia dan hatinya. Jiwanya pecah dan ia jatuh ke dalam perangkap hawa nafsunya dan lalai mengingat Tuhan.
Ada kisah menarik mengenai menjaga pandangan ini. Karena sangat menjaga pandangannya, sebagian orang menduga bahwa Rabi’ bin Khutsaim buta. Selama dua puluh tahun, ia sering berkunjung ke rumah ibnu Mas’ud,  ”Temanmu yang telah buta telah datang.”  Ibnu Mas’ud tertawa karena ucapan itu. Ketika melihat Rabi’, Ibnu Mas’ud berkata, ”Alangkah gembiranya al-mukhbitiin
(orang-orang yang merendahkan diri dihadapan Allah).
Demi Allah, seandainya Muhammad SAW melihatmu, pasti beliau senang.”

Mata yang selalu dijaga dari hal-hal yang diharamkan, tidak akan tersentuh oleh api neraka sebagaimana sabda Rasulullah SAW,  “Tiga pasang mata tidak akan menyentuh api neraka, yaitu mata yang menutup dari apa yang diharamkan oleh Allah, mata yang terjaga di jalan Allah, dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.” (Hadits Riwayat Imam Hakim dan Imam Baihaqy).

Balasan itu setimpal dengan amal. Barang siapa yang menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, niscaya Allah akan mencemerlangkan cahaya bashirahnya. Siapa yang meninggalkan sesuatu demi Allah, Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik baginya. Apabila seseorang menjaga pandangan dari hal-hal yang haram, Allah akan menggantikannya dengan nur pandangan-Nya. Allah juga akan membukakan untuknya pintu pengetahuan, iman, makrifat, dan firasat yang benar.

Sebagai penutup, nasihat dari Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah untuk memohon pada Allah agar menghidupkan hati kita.

Sungguh aneh orang yang punya keperluan dan memohon agar Allah memenuhinya, namun ia tak memohon untuk menghidupkan hatinya agar tidak terjangkit kebodohan, agar disembuhkan dari penyakit syahwat dan syubhat; sebab jika hati telah mati maka ia tak akan merasakan kedurhakaan kepada Allah. 
(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)

Wallahu a’lam bish-showab wa ‘afwu minkum.
(Hamba Allah fii Solo)

http://adf.ly/1okqV

No comments:

Post a Comment